24 Orang Tewas Saat Mudik Lebaran
PENGAMANAN sangat ketat dilakukan oleh Jajaran Satlantas Polda Kalimantan Barat. Kemudian diturunkan kepada Jajaran Polresta Pontianak, untuk mengamankan arus mudik dan balik. Selama arus mudik dan arus balik hari Raya Idulfitri menelan 24 korban meninggal dunia. Terhitung sejak H-7 hingga H+7 pelaksanaan operasi ketupat 2011. Beragam faktor terjadinya kecelakaan lalu lintas namun didominasi faktor kesalahan manusia."Banyak penyebab kecelakaan diantaranya, akibat mengantuk 5 kasus, lalai saat berkendara 9 kasus, akibat memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi 18 kasus dan akibat kondisi jalan rusak 5 kasus," terang Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Mukson Munandar, kemarin.
Dia mengatakan, angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik lebaran alami penurunan. Dimana, dari 55 kasus kecelakaan pada operasi ketupat tahun lalu turun menjadi 39 kasus pada 2011 ini. Diimbangi dengan turut menurunnya jumlah korban yang meninggal dunia. Dari 32 korban menjadi 24 korban. Kemudian, tambah Dia, kasus kecelakaan lalu lintas pada operasi ketupat 2011 ini turut menyebabkan korban luka berat sebanyak 24 orang dari tahun sebelumnya 22 orang. Korban luka ringan 21 orang dari tahun sebelumnya 42 orang. Kerugian materil yang diderita korban akibat kecelakaan mencapai total Rp 140.560.000. "Selama operasi penertiban, terjadi pelanggaran lalu lintas sebanyak 965 kasus. Dari kasus tersebut, pelanggar yang dikenai sanksi tilang sebanyak 634 dan teguran 331 kasus," ujar Mukson.
Dia menuturkan, selama berlangsung operasi ketupat secara kuantitas angka kriminalitas sebanding dengan tahun sebelumnya. Hanya saja jenis kasus yang terjadi bersifat fluktuatif. Namun kasus kebakaran alami penurunan dari tahun sebelumnya. ”Kasus curat pada operasi ketupat tahun ini sebanyak 61 kasus lebih tinggi dari tahun sebelumnya hanya 41 kasus. Kasus curas 1 kasus dari 21 kasus di tahun sebelumnya. Pencurian kendaraan bermotor 39 kasus dari 38 kasus di tahun sebelumnya. Dan kasus penyalahgunaan narkotika terdapat 4 kasus dari 5 kasus di tahun sebelumnya. Sementara peristiwa kebakaran alami penurunan. Terdapat 8 kasus pada tahun ini dari 12 kasus di tahun sebelumnya," terang Mukson.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar