Gang Rhamadan Siapkan Enam Meriam Karbit Raksasa
Pontianak – Seperti sudah menjadi tradisi dan budaya setiap tahunnya, meriam karbit raksasa kembali akan meramaikan perayaan malam Lebaran atau hari Raya Idulfitri 1432 Hijriah. Seperti halnya yang dilakukan remaja Gang Rhamadan di Jalan Imam Bonjol Pontianak Kelurahan Bansir Laut, tahun ini menyediakan 6 buah meriam karbit raksasa yang siap menggetarkan malam lebaran di tepian Sungai Kapuas Kota Pontianak.
Menurut Ketua Panitia Meriam Karbit Gang Rhamadan, Agus Alatas menjelaskan, sejauh ini seluruh panitia tengah mempersiapkan pembuatan meriam. “Di mana ada empat meriam tahun lalu yang masih layak untuk digunakan sementara dua meriam lagi saat ini masih dalam tahap proses pembuatan,” ujarnya.
Agus menjelaskan, proses pembuatan meriam raksasa ini terbilang cukup rumit karena kayu berbentuk balok berbahan mabang, bengkirai, atau pohon asam akan dibelah untuk dibuang isinya. “Kemudian kayu yang telah dibelah akan diikat menggunakan tali rotan dan disikat hingga menjadi bersih untuk finishing terakhir dicat dengan warna yang menarik,” tambahnya.
Agus juga mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya untuk bersama-sama merayakan malam Lebaran dengan menghadiri tradisi meriam karbit raksasa ini karena di tahun ini pihaknya akan mengemas sedikit berbeda pada acara tersebut. “Rencananya akan dimeriahkan dengan pembagian door prize dan hiburan-hiburan menarik lain serta yang utama tentunya pengunjung diperbolehkan untuk membunyikan meriam karbit raksasa,” tukas Agus.
Dia pun berharap dengan adanya meriam karbit ini akan mempererat tali silaturahmi antara remaja dengan warga Gang Rhamadan khususnya dan seluruh masyarakat Kota Pontianak pada umumnya. Selain itu, dirinya juga meminta kepada semua pihak untuk memberikan dukungan agar kegiatan ini bisa berjalan lancar dan sukses.
Menurut Ketua Panitia Meriam Karbit Gang Rhamadan, Agus Alatas menjelaskan, sejauh ini seluruh panitia tengah mempersiapkan pembuatan meriam. “Di mana ada empat meriam tahun lalu yang masih layak untuk digunakan sementara dua meriam lagi saat ini masih dalam tahap proses pembuatan,” ujarnya.
Agus menjelaskan, proses pembuatan meriam raksasa ini terbilang cukup rumit karena kayu berbentuk balok berbahan mabang, bengkirai, atau pohon asam akan dibelah untuk dibuang isinya. “Kemudian kayu yang telah dibelah akan diikat menggunakan tali rotan dan disikat hingga menjadi bersih untuk finishing terakhir dicat dengan warna yang menarik,” tambahnya.
Agus juga mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya untuk bersama-sama merayakan malam Lebaran dengan menghadiri tradisi meriam karbit raksasa ini karena di tahun ini pihaknya akan mengemas sedikit berbeda pada acara tersebut. “Rencananya akan dimeriahkan dengan pembagian door prize dan hiburan-hiburan menarik lain serta yang utama tentunya pengunjung diperbolehkan untuk membunyikan meriam karbit raksasa,” tukas Agus.
Dia pun berharap dengan adanya meriam karbit ini akan mempererat tali silaturahmi antara remaja dengan warga Gang Rhamadan khususnya dan seluruh masyarakat Kota Pontianak pada umumnya. Selain itu, dirinya juga meminta kepada semua pihak untuk memberikan dukungan agar kegiatan ini bisa berjalan lancar dan sukses.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar